Selasa, 09 Juni 2009

Tinggalkan Perdebatan

Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, padahal ia berhak untuk bedebat, maka ia akan dibuatkan sebuah rumah di surga yang tinggi. Dan barang siapa yang meninggalkan perdebatan, sedangkan ia tidak berhak untuk berdebat, maka, maka ia akan dibuatkan sebuah rumah di sebuah tempat di dalam surga.

Seorang hamba tidak akan mendapatkan kesempurnaan keimanan, sehingga dia suka meniggalkan perdebatan, sekalipun dia mersa di pihak yang benar.

Berbantah adalah menonjolkan diri terhadap ucapan orang lain dengan menampakan kekurangan dari ucapan orang lain tersebut,baik dari segi lafalnya maupun dari segi artinya. Hal ini didorong atas perasaan tinggi hati yang bertujuan untuk menampakan kelebihan dan ambisi jahat.

Dalam berbantah tidak akan lepas dari menyakiti hati orang lain, menyalakan api kemarahan, dan menimbulkan permusuhan.

Bilal bin Sa’ad berkata, “Jika pada suatu ketika melihat seorang yang banyak omongan, suka medebat, dan merasa bangga dengan pendapatnya sendiri, maka dia sudah sempurna kerugiannya.

Orang yang terlibat dalam perdebatan biasanya menginginkan agar pendapatnya selalu didengarkan, mencari-cari kelemahan lawan bicara. Hal ini dilakukan agar pendapatnyalah nanti yang akan muncul sehingga dia dianggap orang pintar dari apa yang sedang dibicarakan. Seorang pendebat akan selalu berusaha memotong pembicaraan lawan bicara agar kelihatan pendaspatnya tidak sempurna dan diangga tidak perlu didengarkan dan tidak perlu dipakai.

Syetan selalu berusaha untuk menanamkan dalih bahwa “sampaikan kebenaran walaupun hanya satu ayat”. Inilah yang menjadi dasar pendebat untuk tetap berdebat dalam rangka menyampaikan kebenaran tersebut. Tetapi sebenarnya dia telah tertipu karena hatinya menjadi keras dan diliputi hawa nafasu untuk menonjolan diri.

Salah satu cara untuk meninggalakn perdebatan adalah menanamkan keyakinan bahwa dalam berdebat itu ibarat mencari barang yang hilang. Seandaiya kita sedang mencari buku yang hilang umpamanya, tentu kita akan berprinsip bahwa buku itu tidak perlu ditemukan oleh diri sendiri, melainkan oleh teman kitapun tentu kita kan merasa senang. Begitu pula dalam berdebat tetntu kebenaran tidak perlu dihasilkan oleh pendapat sendiri, melainkan oleh lawan bicara pun tentu akan sangat berharga. Jadi prinsipnya adalah mencari kebenaran, bukan kemenangan.

1 komentar:

  1. Ini hadits apa bukan ya? "Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan, padahal ia berhak untuk bedebat, maka ia akan dibuatkan sebuah rumah di surga yang tinggi. Dan barang siapa yang meninggalkan perdebatan, sedangkan ia tidak berhak untuk berdebat, maka, maka ia akan dibuatkan sebuah rumah di sebuah tempat di dalam surga"

    BalasHapus