Selasa, 09 Juni 2009

Yang Pertama dan Yang Terakhir

Orang yang mati dalam keadaan bertobat dari ghibah adalah orang yang terakhir masuk ke dalam surga. Dan orang yang mati dalam keadaan ghibah maka dia orang yang pertama masuk ke neraka.
Bahaya ghibah (mengunjing) sungguh luar biasa, mengakibatkan amalan orang yang berbuat ghibah habis bagaikan dimakan api. Dalam Alqur’an Allah menggambarkan orang yang berbuat ghibah sebagai orang yang memakan daging saudaranya yang sudah mati. Perumpamaan ini sungguh mengjijikan, sehingga seseorang tentu tidak mau berbuat ghibah jika tahu akibatnya.
Pengertian ghibah amatlah luas tidak hanya dalam bentuk ucapan yang jelek saja, melaikan segala bentuk perbuatan, walaupun dalam bentuk isyarat. Dalam hal ini segala bentuk yang apabila orang yang dighibahi mengetahuinya tentu orang tersebut tidak senang. Ghibah itu adalah apabila engkau menyebutkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang tidak disukainya.
Bagaimana orang yang mendengarkan orang yang mengghibah? Hukumnya adalah sama dengan orang yang menggibah. Dalam beberapa keterangan dijelaskan bahwa apa yang dilarang diucapkan maka haram juga untuk didengarkan. Oleh karena itu jika kita mendengar orang yang mengghibah sebaiknya meluruskannya untuk tidak melanjukannya, kemudian mengalihkan pembicaraan. Dalam suatu keterangan disebutkan; ‘Barang siapa membela kohormatan saudaranya diwaktu tidak ada di mukanya, maka Allah akan membela kehormatannya pada hari kiamat. Demikianlah semoga kita terhindar dari perbuatan mengghibah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar